Kalau lagi jalan-jalan ke Bromo lewat jalur Tosari, jangan cuma buru-buru cari spot foto sunrise ya. Coba deh mampir sebentar dan cicipi nasi semenan, kuliner khas yang cuma bisa ditemukan di sekitar lereng Bromo, tepatnya di Dusun Tlogosari, Desa Tosari.
Semenan ini sebenarnya sejenis sayuran mirip baby kailan yang tumbuh subur di dataran tinggi sekitar Bromo, ditanam secara organik tanpa pupuk kimia atau pestisida. Cara masaknya simpel banget, cuma direbus polos tanpa bumbu, tapi justru di situ letak enaknya karena rasa segar dan alami sayurnya jadi tetap kerasa.
Biasanya semenan ini disajikan bareng nasi hangat, lauk, dan sambal tomat yang pedas segar. Dimakan pas cuaca Tosari yang dingin menusuk, kombinasi gurih-pedas-segarnya ini rasanya pas banget buat menghangatkan badan.
Warungnya sendiri sederhana banget, mirip rumah warga pada umumnya. Namanya Warung Pak Slamet, tapi letaknya agak menjorok ke dalam, jadi kalau lewat dari jalan utama, bisa aja kelewatan kalau nggak jeli. Tapi jangan salah, meski "ngumpet", warung ini jadi favorit wisatawan yang penasaran sama kuliner khas Suku Tengger. Setahu penulis, di Tlogosari ini baru ada satu warung yang jual nasi semenan.
Soal harga juga ramah di kantong, tinggal disesuaikan sama lauk yang dipilih aja. Kalau pakai ikan tongkol sekitar Rp15.000, ayam Rp20.000, penyetan Rp8.000, dan kalau cuma pakai telur Rp10.000.
Buat masyarakat Suku Tengger, semenan bukan sekadar makanan, tapi juga bagian dari cara mereka memanfaatkan hasil bumi dataran tinggi secara alami dan turun-temurun. Keberadaan kuliner ini juga ikut jadi daya tarik wisata Tosari sekaligus sumber rezeki buat warga sekitar.
Jadi, kalau ke Bromo lewat Tosari, sempatkan mampir dan cobain nasi semenan. Selain kenyang, kamu juga jadi lebih kenal sama kuliner dan budaya lokal Kabupaten Pasuruan. (Admin)
Komentar (0)