Di balik kabut yang menyelimuti Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, tersimpan hamparan kebun edelweis beraneka warna. Bertempat di ketinggian 1.900 mdpl, Desa Wisata Edelweis Wonokitri masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Arena pegunungan yang kaya akan udara segar nan bersih ini rupanya tidak hanya memanjang mata. Tetapi juga mendukung kesehatan organ pernapasan yang membutuhkan jeda dari lelah mengolah udara kota.
Desa Wisata Edelweis lahir atas dasar konservasi bunga edelweis dan kebudayaan Tengger yang kental di Wonokitri. Pada dasarnya, bunga yang dilindungi oleh undang-undang ini hanya muncul di ketinggian 1.700-2.700 mdpl. Berdasarkan kecocokan lingkungan tersebut, masyarakat desa Wonokitri kemudian berinisiatif membudidayakan bunga edelweis lengkap dengan izin resmi. Berbeda dengan edelweis liar yang cenderung berwarna putih kusam, bunga edelweis hasil budidaya memiliki empat warna berbeda yakni merah muda, kuning, ungu, dan putih.
Keberadaan kawasan konservasi ini juga mendukung pemenuhan kebutuhan bunga edelweis dalam prosesi upacara adat Tengger. Masyarakat setempat menyebut bunga edelweis sebagai Tanono Layu atau tak akan layu berdasarkan bahasa Sansekerta. Sebutan ini menempatkan bunga edelweis sebagai simbol kesuburan dalam ibadah masyarakat suku Tengger. Beberapa upacara adat seperti liwetan, kasodo, dan karo kerap memanfaatkan bunga ini sebagai sarana sesaji.
Dataran tinggi seperti Desa Wisata Edelweis tentu menyajikan udara berkualitas tinggi disertai panorama gunung memesona. Penelitian menemukan unsur-unsur biologis aktif pada kualitas udara pegunungan guna keberlangsungan hidup manusia. Unsur-unsur tersebut meliputi unsur phytoncides atau zat aromatik yang dihasilkan oleh pohon serta ion negatif atau vitamin alami yang seringkali ditemukan di area hutan, pegunungan, dan air terjun. Kolaborasi tersebut menciptakan kualitas udara yang mendukung sistem imun dan menjaga kesehatan organ vital khususnya organ pernapasan.
Secara alami, udara pegunungan dapat membantu tubuh masuk ke dalam kondisi rileks melalui penurunan hormon kortisol dan adrenalin. Di sisi lain, hormon pengatur siklus tidur seperti serotonin mengalami peningkatan sehingga tidur menjadi lebih nyenyak dan tubuh dapat pulih dari kelelahan dengan cepat. Ketika udara bersih memasuki organ pernapasan, risiko penyakit serius dapat tersaring sehingga dapat memperpanjang usia manusia.
Ketika berkunjung, para wisatawan dapat menikmati sejumlah fasilitas yang telah disediakan. Area parkir mobil dan motor, ATM, balai pertemuan, musalla, toilet sekaligus kamar mandi umum, Wi-Fi area, cafetaria, kawasan kuliner, hingga kios penjaja souvenir siap menyambut. Menjelang petang, wisatawan dapat menelusuri jalan setapak atau area trekking untuk menikmati momen matahari terbenam. Kawasan yang umumnya tidak dilewati jip dan sayang jika dilewatkan ketika berkunjung ke Desa Wonokitri.
Komentar (0)