ARTIKEL

Artikel dan publikasi dari instansi.

Menelusuri Ruang Ramah Lingkungan Wisata Mangrove Penunggul Park

Featured Article Image
DISKOMINFO

Kabupaten Pasuruan menyimpan beragam wisata alam yang mengkolaborasikan konsep ramah anak, ramah lingkungan, dan edukatif. Wisata Mangrove Penunggul Park yang terletak di Desa Penunggul, Kecamatan Nguling menjadi bukti nyata bahwa pariwisata dapat tetap hidup tanpa mengorbankan alam. Anak-anak dapat mengenal pentingnya menjaga bumi sementara orang tuanya menikmati kemegahan hayati.

Di samping bentangan Mangrove sepanjang 183 hektare, akses menuju lokasi wisata tidak kalah memanjakan. Pengunjung akan disambut dengan jalanan mulus beraspal disertai Tembok Penahan Tanah sepanjang 400 meter guna memperkuat struktur jalan. Selanjutnya, para pengunjung akan disambut dengan gapura sederhana sebelum menelusuri indahnya wisata Mangrove.

Memasuki gapura, tempat parkir berpayung pepohonan dengan alas bata beton menanti. Mengarahkan pengunjung ke peta kawasan berisi titik-titik penting wisata sebelum mulai menjelajah. Tak jauh dari peta kawasan berdiri pendopo besar, beberapa gazebo kecil sebagai titik kumpul, beserta jembatan kayu yang menuntun pengunjung melintasi hutan Mangrove.

Melalui jembatan tersebut, pengunjung seolah masuk ke dekapan hutan Mangrove tanpa mengusik akar-akar pohon. Memberi ruang bagi Mangrove untuk tumbuh serta pengalaman berjalan di atas tanah berlumpur bagi pengunjung. Beberapa lokasi juga dapat dimanfaatkan sebagai area foto, lengkap dengan juru foto untuk mengabadikan momen berlatar hutan. 

Sampai di ujung jembatan, pemandangan hutan berganti panorama laut dengan kapal-kapal nelayan. Suara bersahutan penghuni hutan digantikan deburan ombak. Waktu senja di ujung jembatan menjadi area yang digemari. Lukisan mewah alam semesta akan menyambut semua mata pengunjung. Memberikan oleh-oleh menarik yang dapat diceritakan sekaligus menambah kesan.

Selain mata, para pengunjung juga dapat mencicipi makanan bercita rasa laut khas.Pondok-pondok kuliner berdiri di sisi-sisi kawasan. Aroma masakan laut berpadu dengan semilir angin pantai. Ditambah dengan keberadaan perahu wisata Dewi Bahari yang bergerak pelan menyusuri jalur air di antara rimbun mangrove. Jadwal keberangkatan perahu wisata diumumkan secara berkala melalui Instagram resmi @pununggulmangrovepark. 

Mangrove di Penunggul tidak hanya menghadirkan pemandangan hijau yang menenangkan. Akar-akar bakau menopang kehidupan kerang, kepiting, dan rajungan yang tumbuh di sekitarnya sebagai mata pencaharian nelayan. Kawasan ini juga memberi kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah, ruang edukasi, sekaligus tempat aksi nyata penanaman pohon bagi generasi muda.

Upaya pelestarian yang dijalankan kawasan ini pernah mendapat Penghargaan Kalpataru pada 2005. Penghargaan tersebut menjadi tanda bahwa konservasi dapat berjalan seiring pembangunan. Di wilayah Pasuruan hamparan mangrove juga tumbuh di Nguling, Lekok, Rejoso, Kraton, dan Bangil. Penunggul menjadi bukti bahwa masa depan wisata dapat dirawat bersama alam yang menjaganya. (Imelda)

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini