ARTIKEL

Artikel dan publikasi dari instansi.

Jejak Sejarah Militer di Gua Jepang Watukosek

Featured Article Image
DISKOMINFO

Dianugerahi situs bersejarah tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan. Di kaki Gunung Perahu Dusun Ngelawang, Desa Watukosek, Kecamatan Gempol inilah sebuah situs bersejarah dari masa kolonial Jepang ditemukan. Gua Jepang Watukosek menjadi saksi bisu peristiwa militer di penting pada masanya. 

Lokasi Gua Jepang Watukosek berjarak kurang lebih 200 meter dari jalur Pasuruan-Mojokerto. Wisatawan dapat mengikuti arahan GPS atau bertanya pada warga sekitar. Rumah Gua Jepang Watukosek sering disebut-sebut sebagai gunung, padahal pada dasarnya berupa bukit kecil. 

Pada awalnya, Gua Jepang Watukosek ditemukan oleh seorang pemuda Desa Ngrawang. Kemudian mulai berkembang menjadi lokasi wisata hingga lokasi penelitian tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Timur. Dalam penelitiannya, tim BPCB menemukan 12 lorong gua dimanfaatkan tentara Jepang untuk melakukan kegiatan militer, kegiatan logistik, tempat menyimpan senjata, hingga sarana pertahanan diri. 

Ditemukan pula bahwa gua ini awalnya dibangun oleh kolonial Belanda melalui konstruksi batu bata yang disusun sebagai dinding, atap, dan pintu masuknya. Setelah gua itu ditinggalkan Belanda, tentara Jepang mulai mengambil alih gua selama era romusha. Pada era tersebut pula gua ini sempat diperbaiki di bawah kepemimpinan tentara Jepang.

Pada penelitian lanjutan, tim BPCB menemukan pintu besi tempa bermotif kelopak bunga di setiap ruang Gua Jepang Watukosek. Dilengkapi pula dengan penemuan engsel pintu besi di gua nomor empat. Penemuan ini semakin menegaskan bahwa Jepang memanfaatkan gua ini secara menyeluruh. Pintu-pintu besi ini difungsikan sebagai alat pengaman diri agar tidak ditemukan oleh musuh,

Wisatawan pecinta sejarah yang ingin mengunjungi lokasi wisata ini harus mempersiapkan beberapa hal. Gua Jepang Watukosek ini dihuni oleh banyak kelelawar, karenanya wisatawan harus membawa jas hujan huna menghindari kotoran yang bisa jatuh sewaktu-waktu. Wisatawan juga bisa membawa senter untuk menambah penerangan selama menjelajah. Gunakan lotion anti nyamuk, masker, serta membawa pakaian ganti tambahan. Ketika memasuki gua, wisatawan hendaknya tidak sendirian. Buatlah kelompok kecil atau ajak pemandu. (Imelda)


Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini