ARTIKEL

Artikel dan publikasi dari instansi.

Harum Manis Mangga Alpukat Desa Wonokerto

Featured Article Image
DISKOMINFO

Ketika musim mangga tiba, hampir semua pasar buah di Kabupaten Pasuruan turut menjajakan. Dari banyaknya jenis mangga, mangga alpukat Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo selalu menjadi pusat perhatian. Menariknya, pasar buah bukan satu-satunya tempat tujuan para pecinta mangga. Tidak jarang para pembeli rela datang jauh-jauh ke kebun mangga alpukat di Wonokerto demi mendapatkan raja buah tropis ini.

Nama mangga alpukat lahir melalui cerita unik di baliknya. Coba belah buah ini menjadi dua kemudian putar berlawanan arah. Biji dan daging buah akan terpisah dengan mudah sehingga dapat dinikmati dengan sendok layaknya alpukat. Nama mangga alpukat semakin dikenal berkat tekstur lembut, kenyal, manis, dan kesatnya. Ditambah lagi mangga alpukat hasil kebun dipetik setelah masak pohon sehingga bebas karbit dan tetap berkualitas.

Selama proses pematangan, senyawa volatil dan kandungan gula alami dalam buah mangga perlahan terbentuk. Jurnal Notulae Botanicae menyebut kandungan klorofil tinggi yang terkandung dalam buah mentah akan berubah menjadi karotenoid. Zat klorofil yang awalnya mendominasi perlahan memudar. Perubahan pada klorofil membantu mangga berubah warna, menambah rasa, dan tentunya mengubah aroma hingga buahnya matang. 

Sebagai raja buah tropis, mangga tidak hanya digemari karena cita rasa dan aroma khasnya. Jurnal Scientia Horticulturae memaparkan serangkaian vitamin A dan C, mangiferin, polifenol, asam organik, flavonoid, hingga kalium terdapat dalam satu buah mangga. Mangga juga memiliki sistem pengangkut gula khusus yang membantu menyebarkan gula selama pertumbuhan buah. Kandungan gula alami ini menyebabkan buah terasa manis, tidak mudah rontok, dan tetap bertahan di pohon hingga matang. 

Panen raya mangga alpukat di Wonokerto tiba sepanjang bulan September hingga November. Dalam sekali petik, total buah yang dihasilkan dapat mencapai 7 kwintal. Masing-masing pohon dapat menyumbang sekitar 40-60 kilogram mangga. Pada masa panen raya, para petani mangga langsung dibanjiri pesanan baik dari pembeli yang langsung datang ke kebun atau pembeli yang memesan secara daring.

Buah mangga alpukat langsung masuk ke tahap pengemasan begitu selesai dipanen. Mangga-mangga ini kemudian dikirimkan ke alamat tujuan. Peminat mangga alpukat ini tidak terbatas di kabupaten Pasuruan saja. Beberapa daerah seperti  Surabaya, Kalimantan, Semarang, Bandung Bali, Jakarta, Medan, Sumatera, dan Bogor tidak luput dari persebaran pasarnya. (Imelda)

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini