ARTIKEL

Artikel dan publikasi dari instansi.

Bukit Premium Sabana Hijau Nan Mempesona di Lereng Barat Bromo

Featured Article Image
DISKOMINFO

Siapa yang tidak tergoda dengan hamparan padang sabana hijau yang membentang luas layaknya lanskap Pulau Sumba? Padahal, pemandangan itu bukan berada di Nusa Tenggara, melainkan di Dusun Kandang Sari, Desa Mororejo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Objek wisata yang dikenal dengan nama Bukit Premium ini memiliki daya pikat tersendiri bagi para pencinta alam maupun pemburu konten sosial media.

Berada di lereng barat kaldera Gunung Bromo dengan ketinggian sekitar 2.235 meter di atas permukaan laut, udara di kawasan ini terasa sangat sejuk, bahkan cenderung dingin terutama menjelang pagi. Tidak mengherankan bila kabut tipis kerap menyelimuti perbukitan sebelum akhirnya menyingkap keindahan sabana hijau yang terbentang di hadapan pengunjung.

Menariknya, tempat ini sebenarnya memiliki nama asli Bukit Keciri, yang juga akrab disapa warga setempat sebagai Sabana Guntur Loreng. Nama "Bukit Premium" sendiri populer belakangan seiring viralnya kawasan ini di media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, berkat kontur bukit bergelombang dan padang rumputnya yang menghijau saat musim penghujan tiba.

Tidak hanya menawarkan panorama alam, jalur menuju puncak Bukit Premium juga tergolong bersahabat bagi pendaki pemula. Trekking ringan sejauh kurang lebih 40 hingga 60 menit dari area parkir sudah cukup untuk mengantarkan wisatawan pada pemandangan gunung-gunung di sekitar kawasan Tengger Semeru yang memukau mata.

Bagi wisatawan yang datang dari arah Pasuruan maupun Surabaya, akses menuju lokasi dapat ditempuh melalui jalur Purwodadi-Nongkojajar hingga tiba di gapura Desa Mororejo, lalu berbelok menuju Dusun Kandang Sari. Kendaraan pribadi dapat dititipkan di area parkir milik warga, sementara perjalanan menuju puncak bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek lokal yang telah disediakan oleh masyarakat sekitar.

Soal biaya, Bukit Premium tergolong ramah di kantong. Wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp5.000 per orang untuk tiket masuk, ditambah biaya parkir motor sekitar Rp10.000. Bagi yang ingin lebih santai tanpa harus trekking, tersedia jasa ojek lokal dengan tarif sekitar Rp25.000 hingga Rp35.000 sekali jalan.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari menjelang matahari terbit, saat cahaya keemasan perlahan menyapu kabut yang menyelimuti sabana. Suasana temaram berpadu dengan hijaunya padang rumput dan latar Pegunungan Tengger menjadikan momen ini begitu layak diabadikan.

Bagaimana"¦ sudah siap merasakan sensasi "Sumba mini" di ujung barat kaldera Bromo? (Mifta)


Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini